Pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber penerimaan negara dan daerah. Namun, penerapan pajak ini seringkali menimbulkan ketidakadilan, terutama bagi pemilik sepeda motor berusia lebih dari sepuluh tahun dengan kapasitas mesin kecil—di bawah 100 cc atau 150 cc. Kelompok pengguna motor inilah yang sebenarnya merepresentasikan masyarakat kelas bawah: buruh, pedagang kecil, hingga pekerja sektor informal yang menjadikan motor tua mereka sebagai sarana utama mencari nafkah.

Motor Tua Identik dengan Kelompok Kurang Mampu
Berbeda dengan masyarakat menengah atas yang mampu membeli kendaraan baru setiap beberapa tahun sekali, kelompok ekonomi lemah biasanya mempertahankan motor mereka hingga belasan tahun. Harga pasar motor tua ini bahkan sering lebih murah daripada harga sebuah sepeda balap atau sepeda lipat premium. Ironisnya, sepeda dengan harga belasan juta rupiah tidak dikenai pajak, sementara motor tua bernilai dua atau tiga juta rupiah justru tetap dikenakan beban pajak tahunan. Situasi ini menunjukkan adanya ketidakselarasan dalam prinsip keadilan perpajakan.

Perspektif Keadilan dan Subsidi
Dalam kerangka keadilan sosial, pajak seharusnya ditujukan lebih besar kepada mereka yang mampu, bukan sebaliknya. Pemilik motor tua sesungguhnya bukanlah objek pajak yang tepat. Mereka justru lebih pantas dipandang sebagai pihak yang seharusnya mendapat subsidi. Bagi seorang buruh atau pedagang kecil, motor tua bukan sekadar kendaraan, melainkan alat produksi untuk mencari nafkah. Beban pajak, meski relatif kecil dalam angka nominal, tetap terasa berat jika dibandingkan dengan pendapatan harian yang terbatas.
Belajar dari Sejarah Pajak di Indonesia
Jika kita menoleh ke belakang, Indonesia pernah menerapkan pajak untuk sepeda, radio, hingga televisi. Namun, seiring meningkatnya taraf hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional, pajak-pajak tersebut dihapuskan karena dianggap tidak relevan lagi. Kini, ketika negara sudah jauh lebih maju dan perekonomian berkembang, sudah sepatutnya pemerintah juga meninjau ulang relevansi pajak motor tua berkapasitas kecil. Penghapusan pajak ini akan menjadi langkah bijak yang mencerminkan keberpihakan negara kepada rakyat kecil.
Rekomendasi Kebijakan
Penghapusan pajak motor berusia lebih dari sepuluh tahun dengan kapasitas mesin di bawah 150 cc akan memberikan dampak positif:
- Mengurangi beban masyarakat bawah.
- Meningkatkan kepatuhan administrasi kendaraan (karena banyak yang saat ini menunggak pajak akibat ketidakmampuan).
- Menjadi simbol nyata keberpihakan pemerintah terhadap prinsip keadilan sosial.
Pada akhirnya, penghapusan pajak untuk motor tua bukan sekadar persoalan fiskal, melainkan wujud komitmen terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat kecil. Motor tua adalah motor rakyat. Mereka yang masih menggunakannya adalah buruh, pedagang kecil, dan masyarakat bawah yang justru menopang denyut ekonomi bangsa. Sudah saatnya negara menghadirkan keadilan dengan menghapus beban pajak yang tak lagi layak dipungut.
Leave a Reply